.: Detail Tulisan :.
  
Kategori : Column
Kemerdekaan bagi Petani, Kemerdekaan bagi Kita Semua (2)
23 Agustus 2020

Agus Pakpahan - Institutional Economist I www.aguspakpahan.com

 

Sumber: Tabloid Sinar Tani

TABLOIDSINARTANI.COM - Pada cerita terdahulu disampaikan bahwa pendapatan petani Amerika Serikat lebih tinggi daripada pendapatan rata-rata seluruh penduduk Amerika Serikat, luas lahan usahatani per petani meningkat, sedangkan jumlah petani di sana sudah di bawah 1.0 persen dari jumlah penduduk. 

 Pendapatan rata-rata secara keseluruhan di Amerika Serikat pada 2019 adalah USD 65000, artinya pendapatan per petani di sana rata-rata lebih tinggi dari USD 65000 (pendapatan rata-rata Amerika Serikat tahun 2019).  Apabila per USD 1.00 sama dengan Rp 14000, maka pendapatan per petani di Amerika Serikat lebih besar dari USD 65000 atau lebih besar dari Rp 910 juta per tahun. 

 Apabila harga gabah pada tingkat petani Rp 5000 per kilogram, maka pendapatan rata-rata petani di Amerika Serikat tersebut setara dengan 182 ton gabah petani kita.  Kalau kita asumsikan per satu hektar sawah menghasilkan 4 ton maka 182 ton gabah tersebut setara dengan luas panen padi pada areal sawah 45.5 hektare.  Luasan ini kalau di Indonesia mungkin digarap oleh sekitar 182 orang petani apabila per petani menggarap 0.25 hektare.  Suatu perbandingan yang sangat jauh antara petani kita dengan petani Amerika Serikat. 

BACA JUGA:

Kemerdekaan bagi Petani, Kemerdekaan bagi Kita Semua (1)

Panganmu adalah Indonesiamu

>Korporatisasi Petani Sebagai Strategi Besar Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Bangsa

 

Proses seperti itu merupakan hasil dari kesuksesan industrialisasi di sana yang membuat hubungan antara sektor industri dan jasa dengan pertanian yang saling memperkuat.

Seperti apa struktur pendapatan petani Amerika Serikat?

 Hasil penelitian ERS (2017) (Tabel 1) menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan petani Amerika Serikat ternyata bukan dari pendapatan hasil usahatani, walaupun luas lahannya terus meningkat hingga rata-rata mencapai 167 hektar lebih pada tahun 2010. 

 Sebagian besar pendapatan petani Amerika Serikat bersumber dari pendapatan di luar pertanian.  Misalnya, pada tahun 2010, rata-rata pendapatan petani Amerika Serikat USD 84459, pendapatan yang bersumber dari non-pertanian mencapai USD 72671 atau sekitar 86 persen.  Pada tahun 2015, rata-rata pendapatan petani Amerika Serikat mencapai US$ 119880, lebih tinggi 151 persen daripada pendapatan rata-rata nasional, dengan sumber pendapatan dari kegiatan non-pertanian sekitar 79 persen. 

 Gambar 1 berikut memperlihatkan pendapatan petani Amerika Serikat yang bersumber dari Negara melalui pengeluaran Pemerintah, yang dikelompokkan ke dalam lima kategori sumber pendapatan petani, yaitu: ad hoc dan emergency, konservasi, dukungan harga komoditas dan pembayaran langsung.

 Gambar 1.  Pendapatan petani yang bersumber dari non-pertanian

Tampak bahwa jenis, jumlah dan komposisi anggaran Pemerintah AS untuk mendukung pendapatan petani ini bisa berbeda.  Antara tahun 1996-2014 model pembayaran langsung (direct payment) kepada petani merupakan model kebijakan yang relatif dilaksanakan setiap tahun dengan anggaran sekitar USD 5 milyar per tahun atau setara  Rp700 triliun apabila diasumsikan nilai USD 1.0 = Rp 14.000. 

 Dua sumber pengetahuan di atas sudah cukup untuk menunjukkan bahwa walaupun luas lahan per petani Amerika Serikat sangat luas relatif terhadap luas lahan usahatani petani Indonesia dan tingkat pendapatan petani Amerika Serikat lebih tinggi daripada rata-rata pendapatan bangsa Amerika Serikat secara keseluruhan, ternyata sebagian besar sumber pendapatan petani Amerika Serikat bukanlah dari hasil pertanian. 

 Sumber utama pendapatan petani Amerika Serikat bersumber dari Negara berupa pengeluaran Negara untuk menjaga agar rakyat dan Negara menghasilkan kelimpahan pangan dan produk pertanian pada umumnya. Kelimpangan pangan pada khususnya, baik dalam jumlah, mutu serta variasinya, merupakan simbol kemerdekaan negara maju seperti Amerika Serikat telah perlihatkan.  Kemerdekaan tersebut pangkalnya ada di dalam fungsi pertanian.  Fungsi pertanian akan menjadi sangat besar bagi kepentingan Negara apabila para petaninya tidak hidup dalam serba kesulitan.  Ini lah makna dari kemerdekaan bagi petani kemerdekaan bagi kita semua.