.: Detail Tulisan :.
  
Kategori : Column
Kelangkaan Sumber Daya Lahan Indonesia
21 Desember 2011

Kelangkaan Sumber Daya Lahan Indonesia

oleh : Agus Pakpahan

 

Bapak-ibu sekalian, kita baru mendengar kali ini bahwa baru sekali ini ada orang yang menyampaikan bahwa lahan di Indonesia ini merupakan sumber daya alam yang sangat langka,”kata seorang ketua pada suatu rapat baru-baru ini, setelah saya menyampaikan uraian berikut ini. Saya sendiri menjadi lebih terkejut, mengapa begitu!

Alasan keheranan saya sangatlah sederhana. Menurut data Badan Pusat Statistik, hasil Sensus Pertanian selalu menunjukkan bahwa lahan petani makin menggurem, padahal Pasal 8 Undang-Undang Nomor 56 PRP Tahun 1960, yang kemudian menjadi UU Nomor 1 Tahun 1961 (Lembaran Negara Nomor 3 Tahun 1961), menyatakan: ”Pemerintah mengadakan usaha-usaha agar supaya setiap petani sekeluarga memiliki tanah-pertanian minimum 2 hektare.”

Dalam undang-undang yang sama juga ditetapkan luas kepemilikan tanah maksimum.Yaitu untuk daerah yang tidak padat, luas maksimum kepemilikan lahan sawah atau lahan kering masing-masing 15 ha dan 20 ha. Dan untuk wilayah yang sangat padat, luas maksimum kepemilikan sawah atau lahan kering masing-masing 5 ha dan 6 ha.

Jadi, keadilan dalam kepemilikan tanah itu oleh undang-undang dinyatakan dalam bentuk batas minimum yang layak bagi kehidupan petani dan keluarganya dan batas maksimum sebagai upaya menjaga keadilan. Induknya adalah UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, yang telah mencabut peninggalan dan sifat-sifat pemerintahan kolonial yang tidak sesuai dengan jiwa dan kerohanian semangat kemerdekaan Indonesia.

Untuk membaca lebih lanjut, dapat mengklik tautan berikut : (klik)



Sumber : Tempo Edisi Cetak, selasa, 20 Desember 2011 Halaman A 10