.: Detail Tulisan :.
  
Kategori : Poem
Abadi
18 Februari 2010

Apa itu terang di alam nyata?
Karena aku sudah tua
Menjelang magrib

Tanah mengeluarlan bau harum

Kata tanaman
Yang baru saja disiram air hujan
Rambut-rambut yang sudah memutih
”Semir saja!”, kata domba-domba yang baru saja aku ajak bicara
Di kandangnya yang menyebarkan bau yang wangi, kata tanaman yang
mengharapkan dipupuk olehnya

Rayap-rayap yang menggerek bagian pangkal pohon yang sudah mati

Mengkilat warnanya—kepalanya coklat tua mengkilat dengan rahangnya
yang lebih besar dari badannya dan abdomennya putih mengkilat
Penuh lemak dan protein bergizi
Ia akan jadi laron suatu hari
Rambut putih pun begitu
”Aku akan segera jadi laron yang terbang di malam hari mencari
cahaya”, kataku menyimak pesan sang domba

laron mencari cahaya, dan akan mati di situ

jatuh dengan sayap yang kemudian lepas satu per satu
Aku tak bisa terbang lagi mengejar cahaya
Semut-semut pun datang ke arahku
Menggigit aku dan kemudian membawanya ramai-ramai ke sarang mereka
Aku dimakannya habis

DI mana cahaya?

Apakah aku tidak bisa melihatnya lagi karena aku sudah mati?
Jasadku hilang, sukma ku lenyap?

Aku tidak hilang, tidak lenyap

Aku tetap ada, mengalir di batang pohon jati, pohon ki hujan dan
pohon-pohon lainnya
Aku ada dalam tubuh sapi, kambing dan domba
Aku ada dalam aku
Dalam hidup dan kehidupan.

October 3, 2008

Agus Pakpahan