.: News Detail :.
3 PTPN Cari Dana Lewat Kemitraan
15 Februari 2010

15/02/2009 - 17:01

 

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak tiga BUMN Perkebunan yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yaitu III, IV dan VII diarahkan mencari pendanaan melalui pola strategic partnership (mitra strategis) ketimbang mencari dana lewat go public.

"Situsi pasar modal belum kunjung bagus sehingga rencana IPO (penjualan saham kepada publik--red) kemungkinan tidak terealisasi," kata Deputi Menneg BUMN Bidang Perkebunan dan Agro Industri, Agus Pakpahan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Agus Pakpahan , Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham PTPN mendorong upaya mencari opsi lain selain IPO untuk memenuhi rencana ekspansi bisnis perusahaan.

Ia menjelaskan, dalam tiga tahun ke depan ke tiga BUMN tersebut paling tidak butuh dana hingga Rp5 triliun untuk investasi teknologi, guna meningkatkan kapasitas produksi demi mempertahankan pangsa pasar.

"Dana sebesar itu (Rp 5 triliun,red) bisa diperoleh dengan mengundang investor masuk ke perusahaan menanam modal untuk pengembangan usaha, mulai dari memanfaatkan lahan yang belum tergarap hingga kegiatan usaha di bidang hilir. Tanpa harus melepas kepemilikan sahamnya," ujarnya.

Agus tidak merinci perusahaan yang telah melakukan kontrak kerja sama dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pendanaan dengan ke tiga PTPN tersebut.

Ia hanya menuturkan, opsi kemitraan dengan mencari investor menjadi pilihan yang layak dilakukan di tengah kondisi krisis ekonomi.

Sesungguhnya secara teknis opsi IPO, sudah siap selain mendapat persetujuan dari tim privatisasi juga sudah memperoleh lampu hijau DPR pada 2008, namun terganjal situasi pasar yang terus memburuk.

IPO tersebut juga dibayang-bayangi belum pulihnya harga minyak sawit (CPO) di pasar internasional yang memungkinkan nilai saham perusahaan tertekan.

Dana hasil IPO yang diharapkan mencapai Rp 5 triliun menurut rencana digunakan untuk mengembangkan kegiatan usaha hulu dan hilir, menambah luas total lahan tertanam menjadi 260 hektar selama lima tahun ke depan.

Selain itu ketiga PTPN itu juga berencana membangun kawasan industri terpadu, yang nantinya memanfaatkan produk-produk hilir antara lain biodiesel.

"Dalam kondisi seperti sekarang ini, pendanaan melalui IPO harus dikesampingkan dulu. Tetapi tetap go public jika suatu saat pasar kembali pulih," kata Agus. [*/cms]