.: 2. Biografi :.

BIOGRAFI

AGUS PAKPAHAN dilahirkan di sumedang pada tanggal 29 Januari 1956 dari Ibu bernama Hj. Oya Toyibah binti Adiredja dan Bapak A.G. Pakpahan serta dibesarkan oleh Bapak H. Masykur. Masa kanak-kanak hingga SMA dihabiskan di "kota tahu" Sumedang dan selanjutnya belajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai tahun 1974 hingga 1978. di "kampus rakyat" IPB, Agus belajar di Fakultas Kehutanan dengan mengambil jurusan studi manajemen hutan. Selesai dari IPB, Agus Pakpahan bekerja pada Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Badan Litbang Pertanian.

Semangat Agus untuk menuntut ilmu dilanjutkan dengan mendalami bidang ekonomi pertanian di Pasca Sarjana IPB yang diselesaikannya pada tahun 1981. semangat itu pun terus berlanjut sehingga membawa Agus meninggalkan tanah air menuju negeri asing, Amerika Serikat. Di sana Agus mendalami ilmu ekonomi sumberdaya alam di Michigan State University (MSU). Di universitas ini, Agus pernah menjadi mahasiswa pada Department of Forestry (1983-84)' Department of Resources Development (1984-85) dan Department of Agricultural Economics hingga mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) pada Juli 1988.

Sejak kembali belajar dari MSU, Agus aktif meneliti di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (sebelumnya bernama Pusat Penelitian Agro Ekonomi). Bidang penelitian yang didalaminya adalah penanggulangan kemiskinan, ekonomi sumberdaya alam, dan ekonomi kelembagaan. Banyak tulisan yang telah dihasilkan dan diterbitkan baik di dalam maupun di luar negeri. Karirnya dalam bidang penelitian telah mencapai puncak pada tahun 1996, yaitu Ahli Peneliti Utama (APU).

Mulai 1993, Agus membantu Biro Pertanian dan Pengairan, Bappenas, yang kemudian menjadi Biro Pertanian, Pangan, dan Kehutanan. Pada tahun 1994 Agus mendapat amanah untuk menjabat Pembantu Asisten Menteri Bidang Ilmu Pengetahuan, Meneg PPN/Bappenas. Karirnya di Bappenas hampir setiap tahun berganti, yaitu menjadi Kepala Biro Regional I (1995) dan Kepala Biro Kelautan, Kedirgantaraan, Lingkungan Hidup dan Iptek(199G1997). Salah satu program yang ia kembangkan dan membanggakan adalah Coral Reef Rehabilitation and Management Program (CEROMAP), yang menyatukan lima donor ke dalam satu program.

Sebelum mendapat amanah menjadi Direktur Jenderal Perkebunan pada akhir 1998, Agus sempat "mampir" di Meneg Ristek dan BPPT. Bersama dengan prof. Dr. Ir. A.M. Satari membentuk Komite Reformasi Pembangunan Kehutanan dan Perkebunan dimana Agus duduk sebagai Seketaris Umum. Hasil pemikiran Komite disampaikan kepada Menteri Kehutanan, DPR dan pihak-pihak lain yang dipandang relevan. Agus Pakpahan juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian (PERHEPI) periode 2000-2003 dan menjadi anggota American Agricultural Economics Assosiation.

Pada tahun 1999 bersama pengusaha perkebunan, ia membentuk Yayasan Kebun Untuk anak Nusantara (YABUNTARA). Yayasan ini secara khusus memberikan bantuan sebagian biaya pendidikan bagi anak yatim, piatu atau yatim piatu. Pada 2 Maret 2001, Agus Pakpahan mendirikan Max Havelaar Indonesia Foundation (MHIF). Tujuan utama dari pendirian MHIF adalah merngambil dan melanjutkan semangat Multatuli untuk membantu membangun masyarakat. khususnya masyarakat perkebunan dengan ruang lingkup utama keja MHIF adalah "promoting art, culture and innovation". Pada tahun 2003, Agus Pakpahan dipilih menjadi Ketua Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (GAPPERINDO), sebuah organisasi yang didirikan oleh 12 Asosiasi Petani Perkebunan.

Terhitung dari bulan Agustus 2005, Agus Pakpahan mendapat amanah untuk membantu Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara sebagai Deputi Menteri Negara yang membidangani masalah Agro industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan.