.: Article :.
 < 1 2 3 4 >  Last ›
27 Februari 2012

Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: apa yang menjadi alasan fundamental yang telah menyebabkan transformasi ekonomi Indonesia tidak terwujud sesuai dengan teori ekonomi dan paradoksal dengan yang telah terjadi di negara-negara Asia Timur (lihat Pakpahan, Koran Tempo, 1 Februari 2012). Jawaban atas pertanyaan ini sangat penting untuk memberi inspirasi dalam mencari jalan keluar dalam mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan RI dan mengatasi ketertinggalan dari negara-negara lain pada periode waktu yang akan datang.

13 Februari 2012

Aasan utamanya adalah jangan sampai sejarah kelam di bidang pertanahan ter-ulang dan yang akhirnya berbahaya bagi penca-paian cita-cita kemerdekaan, NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

01 Februari 2012

Saya mencoba mengingat-ingat kembali apa yang saya dengar di Denmark pada 1996. Kawan saya di sana bercerita bahwa upah buruh di negara yang paling merata tingkat pendapatan antar-warganya itu adalah US$ 20 per jam. Kalikan dengan 8 jam kerja, maka upah per hari menjadi 8x US$ 20 = US$ 160 per hari. “Besar sekali!” saya terkejut. “Ya, sangat besar, tapi harus diingat,” dia menjawab sambil memandang wajah saya dengan serius, “pajak yang dibayar oleh buruh itu adalah 80 persen,” ia melanjutkan. “Dan kami gratis mendapatkan rumah sakit, sekolah, kesehatan, rekreasi di taman-taman.” Ini merupakan ciri ideologi dan praktek di negara-negara welfare states.

14 Januari 2012

Minggu ini kita diberikan kabar gembira bahwa inflasi pada 2011 bukan hanya terkendali, tetapi juga rendah. Inflasi yang rendah tersebut, yaitu 3,79 %, lebih rendah dari asumsi inflasi dalam APBN-P 2011, yaitu 5,65%. Dengan dasar inilah maka BI dan berbagai pihak lain yang berkepentingan berupaya keras mendorong turunnya suku bunga kredit perbankan. Berita di media massa menyatakan bahwa BI akan mendorong tingkat bunga kredit perbankan itu bergerak di bawah 8%/tahun. Murah? Ya, relatif terhadap bunga bank pada masa sebelumnya, tetapi tetap masih lebih tinggi, misalnya daripada bunga yang diberikan oleh Agriculture Bank of China.

06 Januari 2012

Kalau tidak ada petani, bagaimana kita bisa menikmati kue, coklat, susu, jeruk, apel, plum, dan semua hal yang masuk melalui mulut kita ini? Pasti tidak bisa karena tidak ada yang ditanam, tidak ada yang dipanen. Kecuali kita kembali ke zaman manusia menjadi pemburu, peramu atau pengumpul dulu.

 < 1 2 3 4 >  Last ›