Detail Interview

UNTUK APA MEMILIKI KALAU TIDAK BISA MEMANFAATKANNYA?

05 May 2021

 

UNTUK APA MEMILIKI KALAU TIDAK BISA MEMANFAATKANNYA?

oleh :

Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, MS

download

Pertanyaan untuk apa memiliki kalau tidak bisa memanfaatkannya biasanya pertanyaan

semacam ini didesakkan oleh Alpha untuk mendorong proses privatisasi. Kata privatisasi di sini lebih mudah dipahami sebagai proses menjual aset Negara seperti kepemilikan akan lahan untuk perkebunan, kehutanan, pertambangan atau jenis usaha lainnya kepada perusahaan swasta dalam negeri atau swasta asing. Rangsangan agar otak kita mengikuti arus pemikiran tersebut adalah disajikannya data bahwa apa yang kita miliki itu tidak memberikan hasil yang memuaskan atau bahkan merugikan apabila dilihat dengan menggunakan dasar kalkulasi dagang atau kalkulasi ekonomi.

 

Ada kekurangan dalam melihat proses berpikir privatisasi di atas yaitu kita membandingkan variabel status dengan variabel output korporasi. Dalam bahasa ekonominya, misalnya, kita belum melihat nilai atau utility dari ownership. Sedangkan pihak lain, Alpha, melihat the most strategic thing is ownership. Jadi, tidak perlu kita susah-susah ikut menghitung berapa nilai ownership kita ini, tentunya apabila kita menyadarinya. Ownership adalah bagian dari property rights terhadap sumberdaya yang memberikan kekuasaan tertinggi bagi pemiliknya untuk mengontrol sumberdaya yang dibicarakan, misalnya sumberdaya hutan (control of resources ditentukan oleh ownership).

 

Jadi, apabila kita dengan tenang memikirkan pemanfaatan sumberdaya kita seperti hutan ini, satu tahap kita sudah memilikinya yaitu ownership terhadap sumberdaya hutan sebagaimana yang dimiliki oleh Perum Perhutani, misalnya. Apa yang belum ada? Yang belum ada adalah kapabilitas untuk mewujudkan kinerja maksimum sesuai dengan batas-batas yang tersedia di dunia ini.

 

Artikel Lengkap download di sini