Detail Berita

Pemerintah Sinergikan BUMN Perkebunan

15 February 2010

Rabu, 16 Desember 2009 17:10:48 WIB 

Reporter : Deni Ali Setiono

 

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintah melalui Kementrian BUMN mensinergikan perusahaan perkebunan untuk mendukung pengembangan usaha. Melalui sinergi ini diharapkan ke depan perusahaan perkebunan milik pemerintah bisa menciptakan keuntungan sesuai dengan kemampuannya.

Deputi Bidang IV Kementrian BUMN, Agus Pakpahan mengemukakan melalui sinergi ini ke depan BUMN yang berbasis perkebunan bisa memperdayakan aset-asetnya. "Sebelum akhir tahun 2009 di saat orang sedang berlibur BUMN Perkebunan justru memulai usaha untuk memajukan dan memakmuran orang banyak," ujarnya kepada beritajatim.com di sela-sela Penyelenggaraan Forum Karet Teh Nusantara Award di JW Marriot, Rabu (16/12/2009).

Menurut Agus Pakpahan, pada dasarnya dengan sinergi juga untuk memberikan konstribusi sesuai dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki dalam mengelolah asetnya. "Nantinya sinergi BUMN Perkebunan diarahkan dengan Perhutani terkait dengan pemasaran bersama," paparnya.

Ia menambahkan, selain mengkedepan sinergi antar BUMN yang berbasis perkebunan pihaknya juga memaksimalkan revitalisasi? antar? PTPN. Salah satunya membentuk anak perusahaan yang diarahkan ke profit," tambahnya.

Mengenai pembukaan lahan baru bagi PTPN. Dijelaskan Agus Pakpahan, terkait dengan ini pihaknya telah melakukan kerjasama di bidang kebun baru plus industri baru. "Agar hasilnya maksimal kami juga melakukan patnership dengan mendirikan Riset Perkebunan Nusantara atau RPN," ungkapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Dirut PTPN VIII (persero), Bagas Angkasa menuturkan, jajaran direksinya menyambut positif adanya sinergi BUMN. Pasalnya, selama ini BUMN yang berbasis perkebunan baru mefokuskan untuk produksi hilir. "Saya menyambut positif langkah Kementrian BUMN untuk meningkatkan added value agar bisa bersaing dengan perusahaan asing maupun swasta," pungkasnya.

Khusus PTPN VIII yang berbasis perkebunan teh lanjut dia, pihaknya mengaku optimistis ke depan perusahaannya bisa meningkatkan produksinya dengan adanya sinergi. "Kendati bisnis teh di pasar regional dan global sedikit melemah akibat terimbas pasar saya tetap optimistis pasar teh bisa meningkatkan lagi," ujarnya.

Untuk meningkatkan bisnis ini, PTPN VIII telah melakukan 2 strategi. Pertama budidaya perkebunan teh dan kedua mengoptimalkan produk primary di industri olahan. "Saat ini nilai tambah teh olahan per kilonya USD 1,5 sehingga dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan kami," pungkasnya. [dny/kun]