Detail Berita

Bupati Tandantangani MoU Pendirian BUMP

15 February 2010

Oleh : kebupaten bojonegoro   
Senin, 10 November 2008

 

Bertempat diruang Angling Dharma Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (7/11) pagi kemarin dilakukan penandatanganan Noto Kesepahaman Pendirian Badan Usaha Milik Petani (BUMP) antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini Bupati Drs H Suyoto, dengan Deputy usaha agroindustri, kehutanan, kertas, percetakan dan penerbitan Kementrian Negara BUMN Agus Pakpahan, Dirut PT Kujang, Dirut PT Sang Hyang Seri, Dirut PT PERTANI, Dirut PT Petrokimia Gresik dan Dirut Perum Jasa Tirta I.

Hadir pula dalam kesempatan ini, Direktur Utama BUMP Kabupaten Ngawi, distributor pupuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, penggilingan padi dan kelompok tani, DPRD dan pimpinan perbankan di Bojonegoro serta tamu undangan lainnya.

Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto Msi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta membantu dan memprakarsai berdirinya BUMP di Kabupaten Bojonegoro. Dijelaskan Bupati bahwa dengan adanya BUMP ini akan mampu meningkatkan produktifitas pertanian sehingga akan membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan para petani. Diakui Bupati bahwa dari luas wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah penduduk dengan mayoritas mata pencaharian dibidang pertanian. Rata-rata luas lahan yang dimiliki hanya 0,3 hektar saja dan ini tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan ataupun mencukupi kebutuhan hidup petani. Karenanyalah dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk masih jauh dari angka normal. Hal inipun, menurut Bupati, dapat dilihat dari Indeks Pertumbuhan Masyarakat (IPM) Kabupaten Bojonegoro yang berada di nomor 3 terbawah se Propinsi Jawa Timur. Indikasi lain yang  menunjukkan masih rendahnya kesejahteraan dapat dilihat dari jumlah penerima Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang menyentuh kisaran 572 ribu masyarakat miskin. Oleh karenanya melihat kondisi ini Pemerintah mengupayakan beberapa langkah yakni dengan intensifikasi dan ekstensifikasi bidang agroindustri baik pertanian dan peternakan di Kabupaten Bojonegoro. Karena diakui bahwa minyak tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya cara mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

Sementara itu Deputy usaha agroindustri, kehutanan, kertas, percetakan dan penerbitan Kementrian Negara BUMN, Agus Pakpahan dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa suatu hal yang patut disayangkan apabila petani kita masih dalam garis kemiskinan. Hal ini, menurut Agus Pakpahan, tidak lepas dari pola pikir petani bahwa tanaman padi hanya mampu menghasilkan gabah saja. Padahal apabila dikaji lebih lanjut bahwa dari tanaman padi mampu menghasilkan banyak keuntungan mulai dari sekam dan jerami padi. Dicontohkan sekam mampu menghasilkan bahan baku energi alternatif dan 94 persen silica sebagai bahan baku obat-obatan terdapat pada sekam padi. Diakui pola pikir petani dan pengembangan ilmu pengetahuan adalah sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Sehingga akan membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan bagi petani.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan pengalaman pengelolaan BUMP Kabupaten Ngawi yang diwakili oleh Direktur Utama BUMP Ngawi Sudiro.(Humas)