Detail Berita

Perusahaaan Gula Harus Inovatif

28 January 2010

Sabtu, 25 Juli 2009 03:05

BANDARLAMPUNG – Deputy IV Menteri Negara BUMN RI, Dr. Ir. Agus Pakpahan mengatakan, bahwa keberhasilan suatu perusahaan gula, akan dapat diperoleh  jika ia efisien. Selain itu,  perusahaan gula juga harus inovatif dalam pengelolaan usahanya.
Hal tersebut diungkapkan Dr. Ir. Agus Pakpahan, saat memberikan pengarahan dihadapan 370 pengusaha gula se Indonesia pada Temu Lapang IKAGI di Griya Parahita, Hotel Marcopolo, Bandarlampung, semalam (24/7).
”Karena itu, selaku pengusaha gula harus mampu membuat suatu revolusi pikiran. Artinya, Bagaimana melahirkan suatu energi baru agar nantinya mengalami kemajuan di bidang gula. Jadi perusahaan dan juga pengusaha gula harus memiliki inovasi baru, guna meningkatkan hasil produksi gulanya,” kata Dr. Ir. Agus Pakpahan.
Lanjut mantan Dirjen Perkebunan ini, perusahaan atau pabrik gula juga harus dapat bersatu agar dapat sukses, baik dalam produksi dan juga pemasaran gula.
”Karena itu, pada ajang Temu Lapang IKAGI ini, diharapkan mampu membuka tali silaturami dan membuka wawasan pada setiap insan pengusaha gula. Termasuk saling bertukar pengalaman dan pemikiran baru untuk dapat meningkatkan hasil, mulai dari perkebunan tebu, pengelolaan hingga produksi gula serta pemasarannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IKAGI Bambang Priyono Basuki mengungkapkan bahwa pada Temu Lapang IKAGI juga diserahkan 26 gold award (penghargaan) pada perusahaan gula yang mampu meningkatkan hasil prodiksinya tahun 2008 lalu. Sementara, 3 Gold Award tersebut, di antaranya diterima oleh Sugar Group Companies (SGC) (lihat tabel,Red)   
”Penghargaan IKAGI Award ini, diberikan pada insan IKAGI yang meningkat rendemen-nya pada tahun 2008 lalu. Harapan kita, pada tahun 2009 ini, makin banyak lagi industri gula yang mendapatkan award tersebut,” ujarnya.
Lanjut Bambang, perusahaan Gunung Madu Plantation (GMP) sebagai tuan rumah pada Temu Lapang IKAGI kali ini, juga akan membedah, apa-apa saja yang telah dilakukannnya untuk dapat maju dan sukses dalam meningkatkan gasil produksi gulanya.
”Karena itu, bagi anggota IKAGI yang saat ini ikut kegiatan termasuk melakukan kunjungan langsung ke GMP besok (hari ini,Red), akan rugi jika tidak menerapkan pengalaman yang didapat. Meski jika tidak sama dengan GMP, paling tidak hasilnya mendekati. Apalagi, orang-orang yang hadir pada Temu Lapang ini adalah orang-orang pilihan yang dapat menyerap pengetahuan dengan cepat. Salah satunya melihat atau mencontoh keberhasilan GMP yang mampu mencapai rendemen 9,2 persen. Itu salah satu keberhasilan yang dapat ditiru oleh insan IKAGI,” terangnya.
Pantauan wartawan koran ini, tampak hadir para pengusaha gula di Lampung yakni General Manager  GMP  Jimmy Mahshun, Direktur Sugar Group Companies (SGC), Fauzi Toha. Sedangkan, penyerahaan award tersebut masing-masing dilakukan Dr. Ir. Agus Pakpahan, Ketua IKAGI  Bambang Proyono Basuki, Direktur Utama PTPN VII Andi Punoko dan GM GMP Jimmy Mahshun.
Sedangkan, Public Relation GMP Hapris Jawodo ditemui disela-sela kegiatan tersebut semalam,  menerangkan bahwa pada kegiatan hari ini Sabtu (25/7), akan dilakukan peninjauan ke perkebunan tebu dan juga pabrik produksi gula GMP. Diperkirakan, peninjauan yang diikuti peserta ke  GMP, dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. (*)