Detail Berita

Deputi Meneg BUMN: Kesejahteraan Petani Masih Memp

28 January 2010

Kapanlagi.com - Kendati sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting perekonomian, namun kesejahteraan petani di Indonesia hingga kini masih memprihatinkan, karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

Hal itu dikemukakan Deputi Meneg BUMN bidang Agro Industri, Dr Ir Agus Pakpahan saat halal bihalal dengan Forum Masyarakat Gula Indonesia (FMGI) sekaligus peluncuran dua bukunya "Freedom for Farmers, Freedom for Alls" dan "A Nation of Owners" di Surabaya, Jumat malam.

"Sektor pertanian sudah berkembang di Indonesia sejak ribuan tahun lalu, tapi hingga kini kesejahteraan petani justru masih memprihatinkan," katanya.

Dalam acara itu, hadir sejumlah direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), akademisi, dan para pelaku industri perkebunan, khususnya industri gula.

Agus Pakpahan mengatakan sektor pertanian di negara-negara maju bisa berkembang dengan baik dan petaninya sejahtera, karena negara (pemerintah) memberi perhatian lebih, bahkan membela kepentingan petani.

"Tapi di negara berkembang dan sedang berkembang, perhatian pemerintah pada sektor pertanian belum maksimal dan petani cenderung mencari cara sendiri untuk bisa bertahan hidup," tegas mantan Dirjen Perkebunan itu.

Menurut Agus Pakpahan, pemerintah seharusnya membangun pondasi yang kokoh di sektor pertanian, agar kesejahteraan petani lebih terjamin.

Mengutip cerita kakeknya, Agus Pakpahan mengatakan bahwa sekitar tahun 1950-1960, harga satu kuintal beras masih setara dengan 10 gram emas. Namun saat ini, harga satu kuintal beras hanya setara satu gram emas.

"Petani juga jangan terus diintervensi dan dianggap sebagai obyek. Kalau petani itu merdeka, berarti negara juga sudah merdeka betul. Tapi kalau petani masih terjajah, artinya negara itu juga belum sepenuhnya merdeka," katanya.

Buku "Freedom for Farmers, Freedom for All" yang dirilis dalam versi bahasa Inggris, sengaja ditulis Agus Pakpahan untuk menumpahkan kegusarannya terhadap kehidupan sektor pertanian di Indonesia.

Sementara buku "A Nation of Owners" berisi kumpulan tulisan, analisa dan pokok-pokok pikiran Agus Pakpahan tentang pertanian di Indonesia yang dimuat di berbagai media cetak selama kurun waktu 2004-2007.

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Hotman Siahaan dalam kesempatan peluncuran buku itu sependapat, bahwa "political will" atau kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian masih belum maksimal.

"Karena itu tidak salah kalau kesejahteraan petani hingga kini juga masih memprihatinkan," katanya. (kpl/rit)