Detail Tulisan

KEMERDEKAAN BAGI PETANI KEMERDEKAAN UNTUK SEMUA

27 July 2021

Sinopsis

Sinopsis Lengkap dapat download di : klik


KEMERDEKAAN BAGI PETANI KEMERDEKAAN UNTUK SEMUA

Pertanyaan mendasar yang dicoba dijawab dalam buku ini adalah mengapa pertanian yang telah menjadi landasan perkembangan tingkat peradaban selanjutnya itu malahan membuat kehidupan petaninya semakin sulit?

Buku ini menggunakan sudut pandang bahwa pembangunan pertanian perlu dipandang sebagai pemerdekaan. Dengan menggunakan landasan kemerdekaan sebagai nilai dasar, maka dengan sendirinya nilai dasar lain seperti keadilan, kesetaraan, kesejahteraan dan keberlanjutan akan hadir dengan sendirinya. Proses pemerdekaan menurut buku ini adalah proses pencapaian status dan sekaligus pula kemampuan (kapabilitas) petani untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik secara berkelanjutan. Tingkat kehidupan petani yang semakin baik akan menciptakan tingkat kehidupan masyarakat secara keseluruhan semakin baik. Kemerdekaan bagi petani menciptakan kemerdekaan untuk semua.

Secara empiris isi kesimpulan di atas dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat di negara maju. Surplus pertanian di negara maju tidak membuat petaninya menjadi petani marginal, walaupun harga-harga riil komoditas pertanian terus menurun. Bahkan, menurut ukuran skala usahatani, petani di negara maju mengalami peningkatan skala lahan usaha secara signifikan. Kondisi terbalik terjadi pada petani di negara-negara berkembang termasuk Indonesia yaitu terjadinya proses guremisasi.

Tidak terjadinya proses marginalisasi petani di negara maju bukan akibat dari lingkungan pasar komoditas pertanian yang sempurna tetapi lebih disebabkan oleh hadirnya Negara dalam mengatasi kegagalan pasar. Lebih tepatnya Negara dengan memanfaatkan kemajuan industri membeli kelimpahan pangan. Ini merupakan proses pemerdekaan petani demi kemakmuran semua. Kelimpahan pangan menurunkan harga pangan tetapi tidak menurunkan tingkat kesejahteraan petaninya.

Buku ini mengajukan solusi pemerdekaan petani yang akan memerdekakan semua masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Penerapan dari pemikiran ini adalah dengan mengedepankan strategi pembangunan berdasarkan pola adaptasi jangka panjang berbasis pada keunikan sistem lingkungan dimana kegiatan pertanian itu dikembangkan. Keunikan adaptasi pohon jati (teak) untuk wilayah beriklim tropika-kering dan pohon ek (oak) untuk wilayah iklim sedang dijadikan sebagai simbol keunggulan model pembangunan berdasarkan model pemerdekaan dan keberlanjutan sekaligus.

 

Baca lebih lanjut dapat klik link berikut : Klik